Saturday, March 14, 2015

Home Schooling Adalah Solusi Tindak Kekerasan di Sekolah


Home Schooling, juga dikenal sebagai pendidikan rumah, didefinisikan sebagai pendidikan anak-anak di rumah, umumnya oleh orang tua atau wali bukan di sekolah umum atau swasta. Ini memberikan anak-anak berada di lingkungan belajar yang berbeda daripada yang di sekolah umum atau sekolah swasta.

Kekerasan di sekolah-sekolah telah mendominasi berita utama akhir-akhir ini. Semakin banyak orangtua takut untuk kehidupan, keselamatan dan kesehatan anak-anak mereka. Rumah sekolah tampaknya menjadi alternatif yang lebih baik daripada mengirimkan anak ke sekolah di mana mereka bisa menjadi korban kekerasan di sekolah.

Efek merusak dari Taman Kanak-kanak

Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh University of California, Berkeley, dan Stanford University, bukti dikumpulkan pada kenyataan bahwa anak-anak yang menghabiskan lebih dari enam jam di prasekolah mengalami kesulitan sehubungan dengan kerjasama, berbagi dan berpartisipasi dalam kegiatan kelas, sementara anak-anak yang tetap di rumah dengan orang tua mereka sebelum ke sekolah awal menunjukkan tidak ada kesulitan apapun. Menurut Harvard Longitudinal Study, anak-anak yang pergi ke pusat-pusat penitipan anak yang terbukti memiliki ketidakmampuan untuk membentuk lampiran psikologis di kemudian hari. Studi lain menunjukkan bahwa waktu yang dihabiskan oleh anak-anak di tempat penitipan anak itu berbanding lurus dengan kemungkinan mereka menjadi tidak taat, menantang dan agresif pada saat mereka mencapai TK.

Kesimpulan yang dapat diperoleh dari studi ini adalah mengganggu. Anak-anak yang menghadiri prasekolah atau pergi ke pusat-pusat penitipan anak alih-alih tetap di rumah dengan orang tua mereka menderita masalah serius dengan perkembangan sosial dan emosional. Hal ini menyebabkan agresi, permusuhan, dan perilaku kekerasan pada akhirnya saat mereka tumbuh dewasa. Ini mungkin salah satu alasan timbulnya kekerasan di sekolah. Seorang anak yang secara sosial dan emosional terbelakang mungkin mengalami kesulitan mengendalikan agresi atau permusuhannya, yang dapat menyebabkan dia untuk bertindak dan melakukan kekerasan, membahayakan keselamatan anak-anak lain.

Home Schooling sebagai Solusi

Penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak yang dididik di rumah lebih sosial dan emosional yang disesuaikan dibandingkan dengan anak-anak yang pergi ke sekolah swasta atau publik. Anak-anak yang bersekolah di rumah memiliki ikatan kuat dengan keluarga mereka dan merasa lebih aman karena mereka tahu bahwa mereka memiliki dukungan keluarga mereka. Hal ini memberikan rumah anak-anak dididik lebih percaya diri untuk berpikir dan bertindak tanpa menundukkan diri untuk mengintip tekanan.

Home schooling anak-anak belajar dari orang-orang yang mereka percaya dan dengan siapa mereka memiliki hubungan paling dekat dengan orang tua mereka. Hal ini mendorong mereka untuk membuka pikiran mereka tanpa pembatasan yang diberlakukan pada mereka di ruang kelas. Mereka tidak hanya mempelajari apa yang seharusnya mereka dari pelajaran akademis mereka, mereka juga belajar tentang kehidupan nyata karena mereka bisa belajar dalam suasana yang nyata dan bukan di lingkungan artifisial terkendali seperti itu di ruang kelas. Hasil akhirnya adalah bahwa anak-anak rumah schooling ini belajar untuk menggunakan kesabaran dan alasan daripada agresi. Mereka lebih disosialisasikan karena mereka berinteraksi dengan orang yang berbeda selain yang di kelompok usia mereka sendiri dan mereka lebih emosional aman dibandingkan dengan anak-anak yang belajar di ruang kelas.

Hal ini tidak sulit untuk melihat bahwa home schooling dapat menjadi salah satu solusi untuk membatasi kekerasan di sekolah. Orang tua yang mampu untuk menghabiskan lebih banyak waktu di rumah dengan anak-anak mereka harus mempertimbangkan home schooling sebagai metode alternatif pengajaran mengingat fakta bahwa anak-anak yang bersekolah di rumah tumbuh menjadi sosial dan emosional orang dewasa, yang pada gilirannya menjadi aset untuk masyarakat.