Monday, May 11, 2015

Kekayaan Bukan Ukuran Kemuliaan Seseorang


Kekayaan adalah suatu hal yang hingga sekarang ini banyak menjadi pembicaraan orang. Kekayaan selalu identik dengan banyaknya uang dan harta. Dengan adanya kekayaan, orang bisa membeli apa saja dan melakukan apa saja. Kekayaan merupakan salah satu impian yang banyak orang cari dan perjuangkan.

Memang kekayaan memiliki daya tarik dan keistimewaan tersendiri bagi yang memilikinya. Tapi, kita harus ingat bahwa kekayaan bukanlah suatu tanda seseorang menjadi terhormat dan termulia. Banyaknya harta atau uang hanya sebagai dari hasil usaha dan doa yang merupakan sebagian anugerah dari Tuhan.

Tuhan memberikan anguerah berupa harta kekayaan kepada manusia dengan tujuan menguji. Tidak terkecuali dengan orang yang bukan orang kaya. Jadi, Tuhan sama-sama memberikan ujian kepada manusia dengan pola yang berbeda, yaitu dengan kekayaan dan kemiskinan.

Orang yang diberi kekayaan berlimpah diuji dengan cara bagaimana dia mendapatkan harta dan kemana saja dia menggunakan harta tersebut dalam kehidupannya. Apakah berasal dari hal yang baik dan digunakan untuk kebaikan atau sebaliknya? Sebagai contoh nyata yang sering kita ketahui, seseorang yang mendapatkan limpahan kekayaan berupa uang atau harta benda

Begitu juga dengan orang yang hidup dalam kemiskinan. Apakah orang tersebut bisa dengan sabar menerima ujian berupa hidup miskin dan kurang harta. Banyak kita lihat atau baca di media, orang melakukan kejahatan hanya karena desakan ekonomi. Itu artinya orang tersebut tidak bisa menahan dirinya berbuat kejahatan. Padahal banyak pekerjaan halal yang bisa dilakukan untuk mendapatkan uang untuk menafkahi diri sendiri maupun anggota keluarganya.

Semoga apa yang disampaikan ini bisa menyadarkan kita semua. Bahwa kekayaan dan kemiskinan bukan ukuran orang itu mulia atau tidak. Harta hanyalah sarana untuk kita hidup di dunia. Yang terpenting adalah bagaimana kita mendapatkan dan menggunakan harta tersebut di jalan yang baik dan benar. Sehingga bisa memberikan manfaat pada diri sendiri dan orang banyak.