Friday, June 19, 2015

Fenomena Facebook Sebagai Pemicu Perceraian


Penggunaan sosial media yang sudah banyak bertebaran di internet membuat kehidupan lebih mudah. Khususnya dalam hal komunikasi dengan orang lain baik teman, keluarga, pasangan, atau orang baru yang dikenal.

Sebagai contoh yang sudah sangat populer di masyarakat saat ini adalah Facebook. Pengguna Facbook sudah banyak di Indonesia. Ini artinya sosial media yang sudah digemari oleh para pengguna internet.

Sehubungan dengan fenomena perceraian dalam rumah tangga, sosial media tak bisa dianggap biasa saja. Karena dengan sosial media, orang dapat dengan mudah memperoleh kenalan baru, entah itu wanita ataupun pria. Godaan yang datang begitu besar dikarenakan kemudahan yang diberikan oleh situs sosial media, contohnya adalah Facebook.

Beberapa kemudahan atau fasilitas di dalam sosial media seperti Facebook adalah jumlah penggunanya yang sangat banyak dari berbagai umur, jenis kelamin, profesi dan pendidikan. Fitur yang memungkinkan penggunanya memajang foto, berkirim pesan, chat, video dan lain sebagainya.

Inilah juga yang dapat membuat seseorang mudah sekali berhubungan dengan orang lain. Lebih mengkhawatirkan jika orang tersebut sudah menikah dan berkontak ria dengan orang lain atau lawan jenis.

Walaupun hanya dengan status teman bahkan kenalan baru. Bukankah ketertarikan bisa saja terjadi jika frekuensi komunikasi selalu ada. Sehingga efeknya adalah kurangnya komunikasi kepada pasangan sendiri.

Hubungan pernikahan harus dianggap sebagai sesuatu yang harus dijalani serius dan penuh komitmen untuk menjalin kasih sayang dan komunikasi antar kedua pihak.

Jadi, bisa diingat bahwa perceraian bisa saja terjadi karena hal yang sederhana, seperti seringnya menggunakan sosial media untuk hal-hal yang tidak penting, seperti berkenalan atau ngobrol dengan lawan jenis.

Hal itu bisa saja menjadi sebuah kecurigaan yang semakin lama semakin besar jika diketahui oleh pasangan. Untuk itulah perlu dipahami penggunaan sosial media untuk hal-hal baik dan perlu batasan yang jelas sehingga hubungan pernikahan tidak akan dikesampingkan.

Selalu untuk membangun hubungan pernikahan yang komunikatif terhadap pasangan dan anggota keluarga. Agar nanti di waktu yang akan datang, sebuah ikatan cinta dalam pernikahan tidak hanya kuat diantara suami dan istri, tetapi lebih erat menyatukan dua keluarga baik pihak suami dan istri.

Semoga apa yang disampaikan disini jadi pelajaran kita semua bahwa pernikahan bukanlah hal yang bisa dianggap biasa atau sepele, karena disitulah kehidupan yang membuat seseorang lebih berarti sejak awal pernikahan hingga menuju akhir hidup seseorang untuk menjadi manusia yang penuh cinta, kasih sayang, dan kedamaian.