Tuesday, July 7, 2015

Inilah 5 Penyakit Akibat Kurang Konsumsi Serat


Saat ini sudah banyak kita lihat berbagai ragam makanan yang diperjualbelikan dan bisa kita nikmati kapan dan dimana saja. Sehingga setiap orang akan tertarik untuk menikmati kelezatan makanan tersebut.

Pertanyaan yang harus kita perhatikan dan utamakan adalah apakah makanan yang dijual kaya akan gizi dan serat? Karena lezatnya makanan bukan berarti menyehatkan untuk tubuh kita.

Jika seseorang tidak peduli akan hal ini, maka risiko datangnya penyakit akan lebih besar dan kesehatan akan terancam. Bukankah lebih baik jika kita selektif dalam hal mengkonsumsi makanan dibanding hanya memikirkan rasa lezat makanan dan rasa kenyang saja.

Oleh karena itu, penting sekali mengatur pola makan yang kaya akan serat. Ini bukan sekedar membuat Anda merasakan kenyang di perut dan lancarnya proses pada sistem pencernaan. Namun yang lebih penting adalah dengan menerapkan pola makan kaya serat akan mampu mencegah penyakit dengan baik.

Lalu, apa saja penyakit yang disebabkan oleh kekurangan serat dalam pola makan sehari-hari, simak penjelasannya berikut ini.

1. Irritable Bowel Syndrome atau IBS
Ada saat perut bergejolak dengan kuat, maka akan ada saraf dan otot di bagian usus besar mengalami situasi yang sensitif kepada beberapa jenis makanan. Pada akhirnya yang terjadi adalah perut menjadi kembung, keram, dan selalu mengeluarkan kentut karena perut yang penuh dengan gas, konstipasi dan diare. Penyakit ini belum ada obatnya, tetapi bisa kita minimalisasi pada gejala yang timbul yaitu dengan cara mengurangi minum obat-obatan, meredakan stres, dan juga menjauhi penyebabnya yaitu makanan yang berlemak, minum alkohol dan minuman bersoda. Makanan mengandung serat, seperti yang terdapat pada bekatul dan dedak, gandum murni, dan juga sayur mayur bisa mengurangi gejala penyakit IBS ini terkhusus pada konstipasi, karena bisa menghasilkan feses menjadi lunak, tidak terputus-putus, keluar secara utuh, jadi Anda tidak perlu bersusah payah ngeden untuk mengeluarkannya.

2. Penyakit Hemorrhoids
Penyakit ini ditandai dengan pembengkakan pada vena yang berada di dekat anus dan bagian bawah usus besar. Vena dapat mengembang pada saat dipaksakan mendorong ketika buang air besar. Untuk mencegah dan mengatasi penyakit ini, Anda perlu mengkonsumsi jenis makanan dengan banyak serat, contohnya gandum utuh, sayur-mayur dan selalu cukup minum air bening. Feses akan jadi lunak, sehingga nanti mudah dikeluarkan melalui sistem pencernaan Anda. Berbeda apabila feses keras mengakibatkan pendarahan, mohon untuk segera berkonsultasi ke dokter.

3. Penyakit kanker
Tahukah Anda bahwa kurang lebih sepertiga kematian yang diakibatkan oleh penyakit kanker adalah karena kebiasaan pola makan yang keliru. Hal ini berdasarkan informasi dari Institut Kanker Nasional. Berdasarkan hasil riset, Berkurangnya risiko terhadap kanker, yang meliputi kanker anus dan usus, bisa diupayakan dengan menerapkan diet rendah lemak dan makanan kaya serat, yang diantaranya seperti sayur mayur dan buah-buahan dan gandum yang utuh.

4. Penyakit Diabetes atau Gula Darah Tinggi
Makanan mengandung serat mampu secara efektif mencegah dan mengatasi penyakit diabetes. Persentase yang diraih sekitar 28 persen bila melakukan diet dengan serat tinggi. Seseorang akan mendapat risiko lebih tinggi, khususnya bagi wanita dalam tercetusnya penyakit diabetes jenis II jika terbiasa dengan pola makan yang banyak mengandung gula dan rendah akan serat.

5. Penyakit Jantung dan Kolestrol yang tinggi
Telah diketahui dari hasil kajian, bahwa jenis makanan dengan kandungan kolestrol dan lemak jenuh yang rendah, disertai dengan banyak makan sayur mayur dan gandum murni, mampu meminimalkan kadar kolestrol dari 0.5% sampai 2% dari setiap gram serat yang sudah larut di air dan yang dimasukkan ke dalam tubuh tiap hari.

Kelebihan serat yang larut di air adalah mempunyai sifat pengikat kolestrol dan bisa membuangnya dari sistem pencernaan. Oleh sebab inilah, kolestrol akan turun dan berkurangnya kolestrol yang tersimpan dalam pembuluh arteri. Pembentukan serat yang larut di air akan menjadi selayaknya gel. Berikut ini beberapa contoh serat yang bisa larut dalam air diantaranya sayuran, berry, pisang, apel, kacang polong, buncis, oats, dan kacang kedelai. Makanan tersebut pasti mudah Anda temukan dan praktis dikonsumsi setiap harinya.

Itulah beberapa risiko penyakit yang berbahaya jika seseorang mempunyai kebiasaan buruk dalam hal pola makan kurang serat. Diharapkan dari informasi ini mampu mengubah pola makan kita menjadi lebih baik. Coba dan biasakan dengan perlahan secara bertahap pola makan sehat ini dan hindari berlebihan dalam konsumsi.

Selalu tambahkan sedikit saja gram serat tiap harinya. Lengkapi dengan cara sederhana dengan meminum dua gelas kecil minuman tanpa kalori sesudah makan. Saatnya kita menerapkan pola hidup sehat dengan pola makan yang sehat pula.