Wednesday, July 1, 2015

Marabunta Semut Karnivora Terganas di Dunia


Semut marabunta adalah semut yang terganas dan mematikan, selain itu termasuk semut yang sangat ditakuti dan jenis berbeda dengan semut tentara dan semut marabunta yang berasal dari Afrika. Selain menakutkan, semut marabunta merupakan jenis berbeda dari yang lainnya, karena mereka termasuk semut pengembara. Semut tersebut bersifat berpindah-pindah, tidak punya tempat tinggal tetap atau rumah.

Ada sesuatu yang membuat kita takjub dari binatang semut ini, yaitu seluruh semut tentara tidak bisa melihat alias buta sepenuhnya. Mereka hanya menggunakan sungut-sungut ketika memberikan informasi, sedangkan hewan lain menyebarkannya melalui mata.

Semut marabunta adalah jenis binatang karnivora, atau pemakan daging. Dari sisi ini saja, bisa membuat takut orang banyak. Semut yang bentuknya kecil itu, ternyata bersifat karnivora. Mereka menganggap hidup terus menerus untuk mencari makan atau mangsa. Kemunculan semut marabunta yang hidup berkoloni sangat cepat dalam merubah wilayah menjadi gundul.

Ketika mereka menemukan makhluk hidup yang ada didepan mereka, pasti akan dimakan dengan ganasnya oleh semut-semut ini. Lebih mengerikan lagi, binatang yang ukurannya jauh lebih besar dari ukuran semut bisa mereka lahap dengan cepatnya dan bersama-sama membunuh binatang yang dijadikan mangsa mereka ketika kelaparan.

Di bagian tengah koloni yang terus berjelajah ini ada ratu yang wujudnya besar. Badannya sangat gemuk jadi sukar untuk berjalan dan karena itulah dia mesti dibawa serta oleh para semut pekerja. Mereka selalu dikawal atau dijaga oleh para semut jantan dan disekitarnya dikelilingi oleh para semut serdadu yang mempunyai ciri rahang yang besar dan terlihat menyeramkan. Sedangkan di bagian luarnya ada semut pemandu yang mencium adanya bahan makanan.

Di dalam perjalanan, kelompok barisan semut tentara akan berhenti untuk beristirahat sementara waktu. Tempat peristirahatannya adalah di dalam lubang pohon. Seiring dengan hal tersebut, semut ratu akan bertelur dalam jumlah yang banyak, lalu dibawa oleh para semut pekerja jika perjalanan berlanjut.

Di Amerika bagian selatan ada satu spesies semut yang terkadang membuat rumah atau sarang dengan desain saling berdekatan secara bersama sehingga terbentuklah rumah yang bagus. Jika semut muda sudah menjadi besar, seluruh semut berjelajah kembali hingga si ratu semut siap dalam proses bertelur.

Semut marabunta atau disebut dengan semut tentara adalah spesies semut predator yang sangat agresif ketika mencari makan. Semut marabunta selalu melakukan penyerangan dengan berkoloni dalam jumlah yang banyak.

Semut marabunta selalu bergerak terus selama satu hari. Tidak pilih-pilih dalam memakan. Apapun yang ada di hadapan mereka, mereka selalu memakannya. Jenis mangsa dari semut tentara diantaranya ialah vertebrata kecil, serangga, dan laba-laba. Pada waktu hari sudah senja, para semut tentara akan membangun sarang mereka.

Pada saat perburuan dalam mencari makanan, semut tentara ini kerap dijadikan makanan favorit bagi beberapa spesies burung. Contohnya adalah wrens, thrush dan antbirds, burung inilah yang menyukai untuk memakan semut tentara.

Dari berbagai jenis semut tentara, ternyata ada jenis semut yang cuma keluar pada malam hari saja. Tetapi, hal ini belum diteliti tentang kegiatan para semut tersebut. Mereka selalu bergerak secara aktif pada siang hari, para peneliti semut paling sering mempelajari spesies Eciton burchelli dan Eciton hamatum.

Ada kondisi ketika sang ratu semut telah bersiap untuk bertelur, maka semut marabunta akan berhenti dalam waktu yang lama. Proses bertelur ini berjalan kurang lebih dua hingga tiga minggu, diawali saat larva berubah jadi kepompong. Apabila si ratu semut sudah bertelur, maka para semut tentara akan meneruskan lagi perjalanannya.

Pada kenyataannya, para semut tentara tidak membuat sarang bersifat tetap dibanding semut-semut yang lainnya. Namun sebaliknya, semut tersebut akan membuat sarang jika harus menetap dalam waktu lama, yang biasa disebut bivak. Bivak lebih banyak ditemukan pada batang pohon atau lubang yang telah digali oleh para semut.

Jika pada suatu saat terjadi gangguan dari luar, maka para semut tentara bergabung di luar bagian atas bivak. Mereka siap siaga dengan senjata mereka yaitu jepitan yang menyakitkan dan juga sengatan. Di bagian dalam sarang bermuatan dengan ruangan yang banyak, disana ada banyak telur, larva, ratu semut dan simpanan makanan.

Hal luar biasa dan mencengangkan dari semut tentara adalah kemampuan memakan hewan mangsa hingga seratus ribu setiap hari. Betapa ganasnya semut ini sampai bisa memberikan efek yang berarti bagi populasi, keanekaragaman dan perilaku hewan mangsa yang mereka makan secara cepat.

Semut ini juga memburu dan memangsa spesies hewan bawah tanah seperti cacing tanah dan terkadang memakan hewan berjenis vertebrata, biji berminyak dan telur penyu. Spesies semut yang berjumlah sekitar lima mampu melakukan perburuan pada pohon yang tinggi dengan memangsa hewan unggas dan telurnya.

Berdasarkan sejarah, pada dunia dahulu dan baru , Ecitonine garis keturunan semut ditengarai sudah melakukan evolusi secara mandiri, satu contoh evolusi konvergen, tapi analisis keturunan memperlihatkan bahwa semut tersebut berevolusi hanya dari satu nenek moyang, yang sudah hidup sekitar seratus juta tahun yang lalu, ketika itu kawasan benua Amerika dan Afrika masih menjadi satu. Tentara taksonomi semut akan selalu berubah dan analisis genetik akan selalu menyampaikan keterangan lebih detail mengenai hubungan dari banyak spesies semut.