Friday, September 11, 2015

Hidup Bahagia Tanpa Hutang


Dalam ekonomi saat ini yang penuh rintangan dan masalah, banyak yang berbondong-bondong untuk mendapatkan uang dengan cara berhutang. Betapa mudahnya orang memperoleh uang sebanyak apapun yang diinginkan. Banyak pihak yang mau memberikan hutang seperti rentenir, bank, koperasi simpan pinjam dan berbagai lembaga keuangan lainnya.
Tapi ada satu hal yang perlu kita renungkan bersama dari permasalahan hutang ini. Tentu banyak orang menyadari dari hati, bahwa orang atau pihak yang berhutang berada dalam kondisi sedang kesulitan dalam hal keuangan.
Tentu saja hutang merupakan beban bagi setiap orang yang berhutang. Ironisnya hutang yang diberikan oleh pihak pemberi hutang, kebanyakan selalu ingin mengambil profit atau keuntungan.
Mari kita berpikir dan menelaah, tentang hutang yang pada dasarnya adalah kebutuhan seseorang akan uang karena sedang kesulitan untuk memiliki uang. Keadaan seperti akan membuat kita tergerak ingin membantu. Istilah lain adalah memberikan bantuan sosial bagi yang kesusahan.
Pertanyaan selanjutnya apakah pantas orang yang sedang dalam kondisi susah kita yang memberikan hutang tega ingin meraih untung dari kondisi penderitaan orang lain?
Apakah Anda setuju bahwa hutang piutang adalah transaksi sosial? Bukan transaksi bisnis atau komersial. Disinilah letak yang tidak manusiawi bagi yang menerapkan hutang piutang dengan sistem bunga.
Jika dibandingkan, transaksi yang boleh mengambil laba adalah jual beli. Kita boleh mendapatkan laba dari jual beli, berapapun jumlah labanya. Dalam hutang tidak diperbolehkan dalam Islam mengambil untung karena tercampur dua transaksi yaitu transaksi sosial dan komersial.
Kita semua tahu bahwa negara Indonesia pun saat ini masih berhutang kepada pihak asing yang menerapkan bunga. Sungguh ini membuat beban semakin berlipat.
Ini adalah pelajaran untuk kita semua bahwa hutang jangan dianggap enteng. Hutang membuat orang tidak tenang dalam hidupnya.
Walaupun hidup saat ini bisa dibilang susah. Namun tetap kita harus berdoa dan berusaha sekuat tenaga untuk mencari nafkah tanpa disertai dengan hutang.
Hidup lebih nyaman dan bahagia tanpa hutang itu merupakan sisi yang harus kita jalani dengan penuh keyakinan. Tujuannya yang utama agar tidak menambah beban dalam hidup kita.
Hutang bisa mendatangkan hal negatif yang merusak hubungan antar manusia seperti yang terjadi akhir-akhir ini yaitu seorang rentenir yang melakukan pembunuhan kepada pihak yang berhutang.

Semoga hal ini dapat kita jadikan pelajaran dan hikmah berharga untuk sekuat mungkin menghindari yang namanya berhutang.