Sunday, September 13, 2015

Waspada! 5 Bahaya Terlalu Sering Menonton TV


Televisi memang banyak memberikan informasi dan hiburan bagi banyak orang dengan beraneka ragam acara atau program yang ditayangkan.

Tak memandang usia, dari anak-anak hingga dewasa, menonton televisi sangat digemari banyak kalangan. Semakin menarik acara dan durasi acara televisi yang beragam membuat orang betah berjam-jam di depan televisi.

Dibalik asyiknya menonton acara di televisi membuat sebagian orang tidak mengetahui ada efek negatif yang membahayakan kesehatan tubuh. Berikut ini efek negatif yang bisa mengancam kesehatan yang disebabkan terlalu sering menonton televisi.

Berkurangnya kuantitas sperma
Bagi pria, menonton televisi dalam waktu yang lama bisa berdampak buruk bagi tingkat kesuburan pria. Perbandinga pria yang selalu lama saat menonton televisi memiliki jumlah sperma lebih sedikit dibanding dengan pria yang jarang menonton televisi.

Hasil riset menunjukkan pula bahwa, pria yang rutin berolahraga selama kurang lebih lima belas jam dalam waktu lima minggu mempunyai kuantitas sperma sebanyak 73%. Angka ini lebih besar dibanding dengan pria yang sering menonton televisi.

Membuat otak menjadi rusak
Struktur otak bagi anak bisa dirusak hanya dengan rutin menonton televisi. Tentunya Anda tidak ingin ini terjadi, bukan? Penemuan mengejutkan oleh peneliti menyimpulkan anak-anak yang selalu menonton televisi dalam jangka waktu lama bisa merubah berat otak mereka.

Lebih parahnya lagi, berdasarkan hasil riset di Jepang yang telah dilakukan kepada 276 anak umur 13-18 tahun dengan pemindaian MRI otak pada anak-anak memperlihatkan adanya kenaikan jumlah materi abu-abu yang muncul di area polo korteks depan. Hal ini mempertegas bukti dampak negatif dari kebiasaan menonton televisi bagi kesehatan yang bisa berpengaruh pada kecerdasan verbal.

Suasana hati menjadi terganggu
Kebanyakan orang selalu menonton televisi pada saat malam hari, karena itulah waktu yang tepat untuk bersantai dengan menonton televisi. Secara sadar atau tidak, tidur akan menjadi tidak teratur, bahkan tidur tidak bisa dilakukan sama sekali.

Padahal tidur sangat penting untuk tubuh agar proses pemulihan lebih maksimal. Sinar paparan dari televisi dapat memicu perubahan pada otak dan menimbukan efek suasana hati yang tidak baik, seperti depresi.

Kenaikan berat badan dan obesitas
Banyak sekali riset yang menghubungkan antara aktivitas menonton televisi dengan kenaikan berat badan dan obesitas. Gaya hidup malas bergerak, apalagi disandingkan dengan kebiasaan menonton televisi selama berjam-jam dapat berpengaruh besar pada kondisi kesehatan, karena tubuh menjadi sangat sedikit bergerak dan olahraga, sehingga energi dalam tubuh menumpuk dan malah menjadi penyakit.

Risiko penyakit diabetes tipe dua
Tahukah Anda bahwa kebiasaan menonton televisi lebih dari 2 jam dalam sehari bisa memperbesar peluang timbulnya penyakit diabetes tipe dua. Oleh karena itu, khusus bagi orang penderita diabetes sebaiknya mengurangi sebanyak mungkin menonton televisi.