Monday, November 9, 2015

6 Karakter Orang yang Sulit Kaya


Alangkah senangnya jika menjadi orang kaya raya karena keturunan. Tidak perlu kerja keras banting tulang untuk berjuang meraih kekayaan. Sebagian besar orang dulu hingga sekarang pasti pernah berangan-angan ingin menjadi kaya.

Hidup menjadi lebih nyaman dan terjamin. Apa saja bisa kita bayangkan bila menjadi orang kaya, contohnya bisa memiliki rumah mewah, uang melimpah, kendaraan mahal, perhiasan, makanan lezat dan enak serta kemewahan lainnya.

Walaupun kekayaan merupakan impan banyak orang di dunia ini. Namun ada saja orang yang masih merasakan kondisinya baik-baik saja. Akhirnya orang berpikir untuk tidak terlalu mengeluarkan daya upaya dan usaha keras untuk meraih kekayaan.

Bagi sebagian orang, mendapatkan gaji tiap bulan, kebutuhan primer bisa terpenuhi, dapat membiayai sekolah anak, dan kebutuhan sehari-hari lainnya sudah dianggap cukup dan menenangkan hati.

Tetapi dari itu semua, apakah bisa mendapat jaminan akan bisa seperti itu seterusnya? Tentu tidak. Apalagi sekarang zaman sudah bergerak cepat dalam perubahan ekonomi dan sektor lainnya. Kita dituntut harus mahir dalam mengelola keuangan untuk bisa menjadi kaya. Jika tidak, maka akan terjadi yang namanya masalah keuangan, seperti hutang yang semakin besar dan paling menyedihkan adalah bisa jatuh miskin. Dengan sebab itulah yang menjadikan orang kesulitan untuk berubah menjadi kaya. Apakah Anda saat ini mengalaminya? Bagi Anda yang penasaran, mari simak penjelasannya berikut ini.

1. Termasuk dalam golongan "Pengeluaran Besar dan Pendapatan Kecil"

Anda pasti sudah tahu pepatah "Lebih besar pasak daripada tiang". Tersirat pesan untuk kita semua, bagaimana kondisi ketika pengeluaran lebih besar dibanding penghasilan. Di Amerika Serikat telah dilakukan survei oleh Country Financial Survey pada tahun 2012, yang menunjukkan sebagian besar warga selalu bergaya hidup mewah, namun pada faktanya mereka memiliki penghasilan yang tidak memenuhi gaya hidup yang diterapkan tersebut.

Dari 52 % responden yang mengikuti survey, mereka selalu memakai uang sampai melebihi dari gaji setiap bulannya. Itu berarti, mereka menggunakan hutang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Fakta unik lainnya, dimana hanya 9 % saja responden yang mampu menata dan menyelaraskan gaya hidupnya sesuai dengan seberapa besar gaji atau pendapatan yang mereka.

2. Masih Sedikit Uang yang Dimanfaatkan Untuk Tabungan

Pernahkah Anda memikirkan setiap waktu menyisihkan gaji atau pendapatan untuk ditabung. Jangan hanya memikirkan ingin belanja apa nanti, lebih baik sebagian pikiran Anda tercurah untuk menabungkan beberapa persen uang Anda. Jadikan tabungan itu dana cadangan Anda untuk masa depan.

Hal ini terlihat mudah untuk diucapkan, namun pada akhirnya Anda akan memerlukan dana cadangan untuk hal-hal yang terjadi di luar dugaan di masa depan. Pada pertama kali Anda melakukannya, cobalah untuk menabungkan penghasilan Anda sebanyak 5-10%. Terapkan dalam 1 tahun dan Anda akan mulai merasakan indahnya menabung. Tanpa terasa Anda telah berhasil membangun dana cadangan sendiri.

Bagaimana agar uang Anda menjadi berkembang? Anda dapat merintis usaha kecil dengan risiko kecil yang bisa disokong oleh dana cadangan Anda. Disini Anda bisa belajar bisnis dan pengembangan bisnis dari waktu ke waktu untuk memperoleh uang. Uang tidak hanya untuk membeli sesuatu lalu menggunakannya. Namun ada hal lain yang lebih menarik, yaitu uang bisa dimanfaatkan sebagai modal usaha.

3. Selalu Mengharapkan Uang pada Anggota Keluarga dan Teman Dekat.

Tindakan ini cukup memalukan, karena hal itu berarti Anda masih bergantung pada pihak lain walaupun itu masih keluarga ataupun teman apalagi hanya untuk keperluan harian. Belajarlah terus mengatur aliran uang pribadi Anda dan hindari pinjam uang dari pihak lain yang akan membuat harga diri Anda "sedikit" jatuh.

Salah satu ide yang baik pula jika mengajak anggota keluarga untuk bersama membangun usaha dengan modal dan kemampuan masing-masing. Mulai dari uang, ide, tenaga dan waktu. Bukankah itu bagus untuk menghasilkan uang dan sama-sama bisa menguntungkan kedua belah pihak?

4. Hobi Belanja Barang Tipe Terbaru

Fenomena ini pasti sering kita lihat dan amati. Baik itu di lingkungan keluarga, pertemanan dan lainnya. Orang-orang banyak yang tertarik untuk memiliki barang dengan gaya dan tipe terbaru dibanding mempertahankan barang yang lama. Barang yang terbaru bukan berarti bisa dijadikan investasi. Tapi kebanyakan berbanding terbalik karena nilainya yang berkurang dari waktu ke waktu. Jenis barang yang sering dibeli dengan tipe terbaru dan masa kini adalah elektronik, gadget, baju, dan kendaraan pribadi.

Secara fakta, barang tersebut sudah pasti akan menurun harganya dan malah membuat dompet kita menipis demi hanya mendapatkan barang secara emosional. Jadi, Anda harus berpikir berulang kali jika ingin membeli suatu barang.

5. Tidak Membuat Rencana Masa Depan

Kemauan  seseorang menjadi kaya di masa datang merupakan rencana yang perlu dijadikan prioritas. Hal itu pula yang menjadi impian banyak orang. Tentunya impian tak berarti apa-apa jika tak pernah menyediakan waktu dan pikiran membuat rencana di masa depan. Seseorang perlu menciptakan kesempatan beberapa lama untuk merancang hal apa saja dari sumber daya yang ada untuk menjadi kaya.

Kesibukan orang bekerja dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari memang menjadi alasan dan hambatan dalam perencanaan masa depan. Tapi, alasan tersebut tidaklah bisa dibenarkan. Masih ada waktu banyak yang berlimpah untuk dimanfaatkan dengan baik apa dan bagaimana rencana Anda untuk menyiapkan dana untuk ditabung dan berinvestasi.

6. Masih Adanya Penghalang Mental Untuk Kaya

Problem dalam hidup selalu ada baik itu kecil atau besar. Sebagian menghadapinya dengan rasa pesimis. Sebenarnya yang terbaik harus dilakukan adalah tetap merasa optimis bukan pesimis. Kekuatan hati Anda untuk memilih dan berusaha untuk kaya adalah hal positif. Seseorang harus juga mempunyai pikiran yang optimis dan rasa percaya diri tinggi untuk bisa membuatnya jadi nyata.

Perlu diketahui orang kaya di dunia mau berkorban mulai dari tenaga, pikiran dan waktunya untuk menjalani usaha dan bisnis secara konstan dan penuh perjuangan. Dengan adanya mental optimis tentu akan membuat seseorang dapat bersemangat dan terdorong untuk selalu bekerja mengelola kekayaan hingga berlipat ganda dan menuai sukses.

Apa yang dibutuhkan orang agar dapat bermental positif? Selalu untuk punya pikiran positif. Terkadang kita dibayangi pikiran negatif. Itu hal biasa, namun dapat dibiasakan merubahnya menjadi positif di setiap waktu. Masalah yang datang adalah kesempatan terbaik untuk kita menemukan titik terang dalam memecahkan masalah yang ada.

Pada awalnya tentu akan merasa kesulitan, tetapi buatlah secepat mungkin rencana positif dan tetap berusaha antusias menghadapi masalah agar bisa meneruskan perjuangan ke masa depan.  Anda harus percaya sepenuhnya bahwa dari kerja keras akan membawa seseorang meraih hasil yang memuaskan dan lebih baik dari sebelumnya.

Jadi, bagi siapapun yang ingin menjadi kaya haruslah belajar dan bersikap positif apapun masalah yang dihadapi. Berani untuk mencoba apa yang menjadi hal positif yang dapat membuat perubahan hidup menjadi kaya raya. Semoga bermanfaat.