Tuesday, November 1, 2016

4 Pemicu Anda Ketagihan Makanan Serba Manis


Setiap orang hampir dipastikan menyukai rasa manis. Entah itu berbentuk makanan atau minuman. Dari anak kecil sampai orang dewasa. Sampai makanan tersebut selalu ada dalam lemari pendingin, di atas meja kerja, atau bahkan di kamar Anda.

Walaupun dalam keluarga Anda, setiap anggota keluarga berbeda-beda selera dan keinginan terhadap makanan. Apakah Anda lebih menyukai rasa manis dibanding orang-orang terdekat Anda? Apa alasannya?

Informasi berikut ini merupakan fakta ilmiah tentang hobi Anda terhadap makanan dan minuman manis serta solusi untuk mengatasinya agar tidak kecanduan.

1. Berawal dari Otak

Pada waktu dulu, para pakar menyangka, bila Anda menginginkan makanan burger itu artinya Anda kurang zat besi. Bila Anda mau cokelat, maka tubuh memerlukan magnesium. Namun bila inti dari seluruh kemauan adalah keperluan gizi, maka kita akan mendambakan sayur, ujar ahli gizi Jaime Mass, R.D.

Berbanding terbalik, riset menyatakan bahwa mayoritas kemauan yang berkaitan dengan otak lebih dari kaitan terhadap tubuh.

Faktanya, produk makanan mengandung gula dan lemak merangsang area otak yang sama, yang dicetuskan oleh berbagai obat. Selanjutnya, otak akan memberikan perintah untuk melepaskan neurotransmitter dopamin yang menjadikan Anda terasa nyaman. Otak mengibaratkan lemak dan gula adalah sebuah rasa nyaman yang ujungnya bisa buat Anda ketagihan.

2. Lemak Bisa Diungguli oleh Gula

Berdasarkan sebuah riset yang dipublish oleh The American Journal of Clinical Nutrition, mengungkapkan Anda mungkin lebih tertarik dengan kue donat manis dan nikmat dibanding olahan daging. Memang rasa manis disini lebih menggiurkan banyak orang.

Para saintis (ilmuwan) memperoleh bahwa minuman kaya gula lebih ampuh dalam menghidupkan daerah otak yang terhubung dengan keinginan makan daripada minuman yang kaya lemak. Dimana hal ini berdasarkan hasil pelacakan kegiatan otak pada 100 lebih murid ketika mereka konsumsi minuman milkshake rasa cokelat yang mengandung gula tinggi atau tinggi lemak dan berjumlah kalori setara.

3. Keinginan Karena Disebabkan Oleh Tidur yang Kurang

Saat Anda capek, Anda berpeluang besar untuk menginginkan makanan berkarbohidrat dan gula untuk pemulihan tenaga pada tubuh Anda, ujar Mass. Ditambah, Anda mungkin juga lebih merasakan lapar yang luar biasa karena level ghrelin naik sedangkan hormon leptin anjlok, ujarnya.

Malahan, di sebuah kajian dari Mayo Clinic di 2012, seseorang yang tidur selama 80 menit lebih kecil daripada sewajarnya, ternyata makan sebanyak 550 kalori lebih pada hari selanjutnya.

4. Pasar Modern Mengatur Sedemikian Rupa

Seringkah Anda saat mau mengantri dan membayar di bagian kasir, disana akan terlihat pajangan produk yang beraneka ragam yang berbau “manis” seperti permen maupun cokelat yang seakan terus memancing tangan Anda untuk mengambil dan membelinya.

Seorang profesor marketing dari New Mexico State University membocorkan bahwa Produsen mengeluarkan biaya slotting agar produk mereka bisa diposisikan di wilayah yang gampang dilihat dan dilalui oleh para pembeli. Untuk itulah Anda harus tetap menjaga keinginan Anda terhadap kondisi seperti ini.