Tuesday, July 11, 2017

Gawat, Instagram Berbahaya Bagi Kesehatan Mental


Kepopuleran media sosial sekarang ini membuat banyak orang sudah kecanduan dan cenderung berbahaya bagi kesehatan mental. Terlebih apa yang selalu dikerjakan para pengguna media sosial tiap harinya yaitu stalking.

Bahkan peneliti menyatakan, ada 5 situs media sosial yang dapat merusak kesehatan mental seseorang. kelima media sosial itu adalah Facebook, Youtube, Instagram, Path dan Twitter. Apakah Anda termasuk pengguna media sosial tersebut?

Di sebuat kajian dilibatkan sebanyak 1.479 responden yang tergolong dalam usia remaja di negara Inggris. Ada hasil yang menunjukkan mereka telah mengalami kecanduan terhadap fasilitas Instagram Live.

Pada Februari hingga Mei peneliti melakukan studi dan menjawab beberapa pertanyaan berkaitan media sosial. Setelah itu diperhatikan lebih lanjut, ada tanda dari jawaban yang terlontar bahwa itu bisa memicu gangguan kesehatan mental.

Hanya karena satu postingan di media sosial, seseorang akhirnya di-bully banyak orang. Lebih menyedihkan lagi, seorang responden berkata bahwa dia merasa cemas dan gelisah jika tidak membuka media sosial.

Apa yang diungkapkan peneliti menunjukkan sebuah kekhawatiran bagi kita terhadap pengguna media sosial, berikut kata peneliti, "Seseorang yang terus menjelajahi internet atau menelusuri media sosial, sebagian hidupnya telah hilang."

Terlebih lagi jika Anda mempunyai akun media sosial Instagram, maka tidak sedikit bahaya yang akan diperoleh. Adanya fitur tertentu di Instagram, pria dan wanita leluasa menyunting foto yang diupload.

Sebuah pusat peneliti di Inggris yaitu Royal Society menyatakan, nyaris 90% warga dunia punya akun Instagram. Media sosial tersebut mempunyai efek negatif bagi kesehatan mental manusia.

Akhirnya peneliti berkesimpulan bahwa "Batasi diri Anda dalam menggunakan media sosial Instagram, usahakan untuk tidak terlalu rutin karena berpotensi mengganggu privasi." Diberitakan oleh Time, Selasa 27 Juni 2017.

Semoga informasi tersebut menjadi peringatan bagi kita semua pengguna media sosial agar tidak selalu bergantung diri pada media sosial seperti Instagram dan lebih menggunakan interaksi secara konvensional tatap muka dibanding menatap smartphone.