Sunday, November 2, 2014

8 Cara Cerdas Menjadi Kaya Raya Secara Otodidak

uang, kaya

Setiap orang ingin menjadi kaya raya yang bisa memenuhi segala kebutuhan hidup dan meningkatkan taraf hidupnya ke arah yang lebih baik dari sebelumnya. Banyak yang berusaha keras untuk bisa menjadi kaya raya dengan cara belajar melalui seminar, buku, kuliah, bekerja di perusahaan bonafit, memulai  dan mejalankan suatu bisnis. Namun ada saja yang menemui kegagalan dan akhirnya berhenti bermimpi menjadi orang kaya raya.

Sebagian orang berpikir, menjadi orang kaya raya hanyalah tergantung faktor keberuntungan dan keturunan. Jika anda berpikir begitu, berarti anda salah besar. Sebenarnya menjadi kaya raya bisa dipelajari dengan mudah, tidak sesulit yang dibayangkan.

Hilangkan rasa pesimis dan skeptis dalam diri anda bahwa menjadi orang kaya raya itu sulit dan tidak berpihak kepada anda. Setiap orang memiliki peluang besar menjadi kaya raya asalkan ada niat yang kuat dan kepercayaan pada diri bahwa upaya untuk menjadi kaya raya itu selalu ada.

Berikut ini ada 8 cara yang membuat anda bisa merubah pola pikir dan menjadikan anda cerdas dalam hal finansial sehingga tujuan menjadi kaya raya bisa tercapai.

1. Pilihlah semua hal yang produktif bukan konsumtif

Produktif artinya potensi untuk menghasilkan sesuatu produk atau jasa yang mendatangkan manfaat dan bisa dijual ke masyarakat serta menghasilkan uang dari penjualan tersebut.

Sedangkan konsumtif adalah aktivitas yang menggunakan atau menghabiskan uang untuk membeli barang atau jasa, lalu menggunakannya hingga habis nilai guna dari barang atau jasa tersebut.

Berhubungan dengan hal diatas, kita pasti ingat akan jenis kebutuhan manusia terbagi 3 yaitu primer, sekunder dan tersier. Kebutuhan primer terdiri dari makan, minum, tempat tinggal dan pakaian. Kebutuhan sekunder terdiri dari rekreasi dan hiburan. Sedangkan kebutuhan tersier meliputi barang dan jasa mewah.

Harus ada skala prioritas untuk pemenuhan kebutuhan, mulai dari sangat penting, penting, agak penting atau tidak penting. Selama masih ada uang, lebih baik digunakan untuk hal-hal yang produktif yang suatu saat akan menghasilkan uang lagi.

Di sekitar kita banyak yang mempunyai banyak uang dengan gaya hidup mewah, mulai dari rumah, kendaraan, pakaian, makanan yang serba mewah dan mahal. Padahal sebenarnya itu hanya ingin memuaskan nafsu saja. Sehingga orang lupa akan masa depannya seperti kesehatan, istri dan anak. Yang pasti jika terbiasa bergaya hidup mewah dan mahal maka uang akan cepat habis.

Jangan hanya karena gengsi pada status sosial, kita lalu membelanjakan uang untuk hal yang sebetulnya tidak penting. Contohnya kita selalu membeli produk yang bermerk terkenal dibanding. Padahal merk terkenal bukan jaminan kualitas. Yang terpenting dari produk adalah fungsinya. Kita terjebak dengan kebanggan menggunakan merk mahal atau terkenal.

2. Kembangkan Aset, bukan liabilitas

Banyak yang keliru tentang apa itu aset. Karena ada sebagian yang menyama artikan aset dengan harta. Bukan itu maksudnya !

Aset adalah segala sesuatu yang bisa mengalirkan uang ke dalam kantong kita. Aset bisa berupa harta, fisik manusia, keterampilan, sumber daya alam dan lainnya.

Liabilitas adalah segala sesuatu yang bisa mengeluarkan uang dari kantong kita.

Harta yang kita miliki bisa dijadikan aset dan menghasilkan uang semisal, rumah yang disewakan, tanah yang diubah menjadi lahan produktif, buku-buku yang disewakan dan masih banyak lainnya.

Keterampilan yang kita punya seperti menulis, pandai berbahasa inggris bisa digunakan untuk mendatangkan uang.

Contoh liabilitas yang sering kita lihat adalah menggunakan HP yang mahal dan canggih, rumah yang mewah, televisi layar datar, pakaian bermerk mahal, dan kendaraan mahal yang pasti itu membutuhkan biaya operasional yang mahal. 

Jadi, pangkas berbagai penggunaan harta atau kepemilikan dan ubah itu semua menjadi aset berharga yang akhirnya bisa menghasilkan uang.

3. Siklus penggunaan uang

Ketika menerima gaji, sebagian orang berpikir akan membelanjakan uangnya untuk hal yang konsumtif sehari-hari. Ada juga yang menggunakannya untuk berbelanja pakaian baru, handphone terbaru sehingga gaji yang diterima tersisa sedikit atau bahkan sudah habis sebelum waktu gajian bulan berikutnya.

Fenomena lain yang terjadi pada karyawan atau pegawai adalah keberanian dalam berhutang untuk membeli barang liabilitas secara kredit. Sehingga gaji yang didapatkan tiap bulan habis untuk membayar barang kreditan.

Sebaiknya uang gaji yang didapat sebisa mungkin disisihkan untuk membangun aset sebanyak-banyaknya. Apalagi bagi kaum muda, sehingga waktu untuk membangun aset bisa lebih mudah dan nantinya akan meraih kebebasan finansial.

Banyak yang tergoda menggunakan gajinya untuk hal-hal konsumtif dan hiburan sehingga tanpa disadari uang sudah menipis bahkan habis sebelum gajian.

4. Menjadi pemilik pekerjaan, bukan menjadi pekerja

Banyak yang bercita-cita menjadi pilot, dokter, guru, atau lainnya. Tapi pernahkah kita berpikir menjadi seorang pemilik rumah sakit, pemilik sekolah, penulis dan pengusaha?

Kita seakan dibelenggu oleh paradigma yang mendidik kita untuk menjadi pekerja, bukan menjadi pemilik pekerjaan. Pekerja atau pegawai yang menerima gaji atau upah, bukan pemilik pekerjaan atau usaha yang bisa membayar atau menggaji orang lain.

Kita harus berpikir bagaimana agar kemampuan dan skill atau keterampilan yang dipunyai bisa menjadi modal untuk mendirikan usaha tertentu. Kita pasti memiliki tidak hanya satu skill saja, karena Tuhan menganugerahkan kepada manusia dengan banyak kemampuan dan keterampilan yang sebenarnya bisa digali dan dilatih lebih dalam lagi.

5. Keunikan atau ciri khas

Kunci yang selalu menarik orang untuk tertarik dengan anda adalah adanya keunikan, ciri khas dari ide anda. Temukan keunikan pada diri anda, perdalam keterampilan anda, dan tuangkan ide-ide unik anda dalam bisnis anda. Orang kaya di dunia selalu menginvestasikan sesuatu untuk ide mereka sendiri.  Sehingga suatu saat mempunyai kekuatan tersendiri di dunia.

Beranilah untuk berbeda dari yang lain. Karena itu bisa menjadi nilai jual yang tinggi anda. Ingatlah, bahwa ide unik yang muncul di kepala seseorang akan sangat berharga untuk bisa menjadi pemicu suksesnya produk atau jasa.

6. Punya rencana kecil dan rencana besar

Seseorang harus punya rencana kecil yang akan menunjang kesuksesan dan ketika kesuksesan sudah mulai bertambah, maka rencana berikutnya yang lebih besar bisa diupayakan dan pada akhirnya kesuksesan yang lebih besar bisa diraih.

Sebagai contoh, ketika seseorang sulit mendapatkan pekerjaan di perusahaan besar akan merasa gengsi mencoba pekerjaan yang dianggap tidak bergengsi seperti berjualan pulsa elektrik, pedagang bakso dan lainnya. Dari kondisi itu, seseorang yang berpikir sederhana akan membuat keputusan untuk menjalankan usaha jual pulsa elektrik atau pedagang bakso.

Jika seseorang selalu berkutat dengan gengsi untuk mendapatkan pekerjaan yang terlihat mewah akan membuat seseorang meniadakan sesuatu pekerjaan yang sepele, tapi nyatanya bisa menghasilkan walaupun sedikit.

Jadikanlah itu sebagai rencana kecil anda terlebih dulu. Sebelum menapaki rencana yang lebih besar. Hasil uang yang didapatkan ditabung untuk pengembangan usaha seperti membuka cabang outlet pulsa elektrik ataupun warung bakso di berbagai lokasi. Bukan tidak mungkin, nanti akan menjadi perusahaan distributor pulsa atau perusahaan bakso yang sukses.

7. Pandai menjual dan membeli

Cara ini selalu kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Cobalah menjual sesuatu barang yang bisa dijual lagi dan menghasilkan uang dari itu. Pelajari kebutuhan yang sering ada di masyarakat. Maka kita punya peluang untuk berusaha dari sana untuk menyediakan dan menjual barang kebutuhan.

Jangan selalu berpikir membeli barang untuk kebutuhan sendiri. Pilihlah barang yang bagus dan murah, kemudian beli dengan jumlah banyak untuk bisa ditawarkan dan dijual kepada orang lain.

Contohnya, ketika sedang musim hujan, barang atau jasa apa saja yang bisa kita jual kepada orang banyak? Jawabannya bisa menjual payung, jas hujan dan jaket untuk melindungi tubuh dari air hujan dan kedinginan. Atau ketika orang yang bekerja pagi hari dan tidak sempat memasak di rumah, kita bisa menyediakan dan menjual makanan yang praktis seperti nasi bungkus, roti bungkus dan lainnya.

8. Selalu optimis dan semangat terhadap kondisi ekonomi nasional dan global

Kondisi ekonomi sekarang begitu dinamis, mulai dari kenaikan harga barang kebutuhan pokok, tarif dasar listrik, bahan bakar minyak, kenaikan gaji pegawai, krisis global, melemahnya mata uang rupiah. Apa reaksi kita terhadap hal tersebut? Sebagian orang ada yang merasa jatuh mental dan semangatnya ketika mendengar isu atau berita seperti diatas tadi. Pesimis makin membesar dalam pikiran orang bagaimana kualitas kehidupannya nanti.

Lalu, apa yang harus kita lakukan? Jawabannya adalah santai saja. Kita harus tetap berpikir jernih dan memandang sesuatu hal dengan sisi positif. Dengan adanya keadaan seperti itu, kita dituntut untuk berusaha lebih keras dan kreatif dalam berbisnis. Selalu ingat bahwa kita sebagai manusia diperintahkan untuk berdoa, berusaha dan bertawakkal. Karena rejeki sudah ditentukan oleh Tuhan. Tidak akan lari, kalau itu memang rejeki yang kita dapatkan.

Demikian 8 cara yang bisa kita aplikasikan dalam kehidupan kita agar bisa cerdas dalam hal finansial dan pandai dalam memahami bagaimana mengelola harta atau uang sebaik-baiknya. Semoga bermanfaat untuk kita semua.