Thursday, January 15, 2015

Apakah Berjalan Kaki Dianggap Hina?


Orang yang berjalan kaki pada saat ini, khususnya di Indonesia sudah sangat jarang terlihat. Kenapa? Beberapa penyebabnya orang jarang berjalan kaki adalah karena sudah tersedia di pasaran berbagai jenis kendaraan seperi sepeda motor, mobil, angkutan umum, dan lain-lain. Fasilitas jalanan yang kurang memadai atau jalan yang "kurang mulus" untuk dijadikan tempat berjalan kaki. Malas berolahraga, malas capek, malas berkeringat, gengsi yang tinggi dan lain sebagainya.

Jika dilihat dari sisi lain, berjalan kaki memang sudah sarana transportasi dasar manusia, dengan adanya dua kaki yang diberi oleh ALLAH Subhanahu wa ta'ala. Berjalan kaki setelah ditelilti ternyata banyak memiliki manfaat kesehatan. Tidak heran, orang-orang dahulu berjalan kaki dengan jarak yang jauh. Mereka kuat, pantang menyerah, melalui medan yang beragam. Misalnya ketika orang pergi berjalan kaki dari rumah ke persawahan yang jaraknya begitu jauh.

Fenomena lain di masyarakat adalah ada orang yang beranggapan bahwa orang yang berjalan kaki itu seperti orang miskin, rendahan, banyak yang kasihan, karena cuma jalan kaki, tidak pakai sepeda motor, atau mobil sendiri. Ya, mestinya kita berpikir positif dulu, jika saya berjalan kaki. Maka yang ada dalam pikiran saya adalah orientasi pada sisi kesehatan. Jalan kaki adalah olahraga termurah bagi saya. Tidak perlu modal banyak dibanding jenis olahraga lainnya yang memerlukan peralatan khusus. Coba bandingkan saja dengan bersepeda. Tentu kita harus membeli sepeda yang harganya mungkin sebagian Anda sudah tahu harganya berapa, jutaan rupiah.

Coba kita lihat kebiasaan orang-orang di Jepang. Mereka banyak yang berjalan kaki, terlepas dari sisi lain yang jadi kelebihan fasilitas jalan dan alat transportasi yang memadai dan canggih. Tapi, mereka juga melihat sisi positif dari berjalan kaki yaitu untuk olahraga dan kesehatan. Berjalan kaki membuat kita lebih bersemangat, bergairah, peredaran darah menjadi lancar yang berefek pada pikiran yang lebih fresh dan mampu berpikir cemerlang. Itulah yang saya rasakan selama membiasakan diri berjalan kaki. Bagaimana dengan Anda?

Jadi, orang yang berjalan kaki tidaklah hina, malah menjadi sehat dan bugar bagi pejalan kaki itu sendiri. Lebih memperdulikan kebersihan dan kesehatan lingkungan, yaitu tidak mengeluarkan polusi udara (asap), tidak mengeluarkan polusi suara (suara bising mesin kendaraan), tidak membuat macet jalanan, karena ukuran yang berbeda; ukuran manusia dan ukuran kendaraan bermotor (roda dua dan roda empat). Punya semangat tinggi dan perjuangan lebih besar dibanding yang mengandalkan kendaraan bermotor.

Semoga tulisan ini menjadikan kita lebih mendalami apa itu jalan kaki dan keistimewaannya. Memang semua alat transportasi mulai dari jalan kaki hingga pesawat tetap memiliki kelebihan dan kekurangan. Semua tergantung situasi kondisi dan kesadaran serta minat masing-masing orang. Bukan begitu? :)