Langsung ke konten utama

Home Schooling Adalah Solusi Tindak Kekerasan di Sekolah


Home Schooling, juga dikenal sebagai pendidikan rumah, didefinisikan sebagai pendidikan anak-anak di rumah, umumnya oleh orang tua atau wali bukan di sekolah umum atau swasta. Ini memberikan anak-anak berada di lingkungan belajar yang berbeda daripada yang di sekolah umum atau sekolah swasta.

Kekerasan di sekolah-sekolah telah mendominasi berita utama akhir-akhir ini. Semakin banyak orangtua takut untuk kehidupan, keselamatan dan kesehatan anak-anak mereka. Rumah sekolah tampaknya menjadi alternatif yang lebih baik daripada mengirimkan anak ke sekolah di mana mereka bisa menjadi korban kekerasan di sekolah.

Efek merusak dari Taman Kanak-kanak

Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh University of California, Berkeley, dan Stanford University, bukti dikumpulkan pada kenyataan bahwa anak-anak yang menghabiskan lebih dari enam jam di prasekolah mengalami kesulitan sehubungan dengan kerjasama, berbagi dan berpartisipasi dalam kegiatan kelas, sementara anak-anak yang tetap di rumah dengan orang tua mereka sebelum ke sekolah awal menunjukkan tidak ada kesulitan apapun. Menurut Harvard Longitudinal Study, anak-anak yang pergi ke pusat-pusat penitipan anak yang terbukti memiliki ketidakmampuan untuk membentuk lampiran psikologis di kemudian hari. Studi lain menunjukkan bahwa waktu yang dihabiskan oleh anak-anak di tempat penitipan anak itu berbanding lurus dengan kemungkinan mereka menjadi tidak taat, menantang dan agresif pada saat mereka mencapai TK.

Kesimpulan yang dapat diperoleh dari studi ini adalah mengganggu. Anak-anak yang menghadiri prasekolah atau pergi ke pusat-pusat penitipan anak alih-alih tetap di rumah dengan orang tua mereka menderita masalah serius dengan perkembangan sosial dan emosional. Hal ini menyebabkan agresi, permusuhan, dan perilaku kekerasan pada akhirnya saat mereka tumbuh dewasa. Ini mungkin salah satu alasan timbulnya kekerasan di sekolah. Seorang anak yang secara sosial dan emosional terbelakang mungkin mengalami kesulitan mengendalikan agresi atau permusuhannya, yang dapat menyebabkan dia untuk bertindak dan melakukan kekerasan, membahayakan keselamatan anak-anak lain.

Home Schooling sebagai Solusi

Penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak yang dididik di rumah lebih sosial dan emosional yang disesuaikan dibandingkan dengan anak-anak yang pergi ke sekolah swasta atau publik. Anak-anak yang bersekolah di rumah memiliki ikatan kuat dengan keluarga mereka dan merasa lebih aman karena mereka tahu bahwa mereka memiliki dukungan keluarga mereka. Hal ini memberikan rumah anak-anak dididik lebih percaya diri untuk berpikir dan bertindak tanpa menundukkan diri untuk mengintip tekanan.

Home schooling anak-anak belajar dari orang-orang yang mereka percaya dan dengan siapa mereka memiliki hubungan paling dekat dengan orang tua mereka. Hal ini mendorong mereka untuk membuka pikiran mereka tanpa pembatasan yang diberlakukan pada mereka di ruang kelas. Mereka tidak hanya mempelajari apa yang seharusnya mereka dari pelajaran akademis mereka, mereka juga belajar tentang kehidupan nyata karena mereka bisa belajar dalam suasana yang nyata dan bukan di lingkungan artifisial terkendali seperti itu di ruang kelas. Hasil akhirnya adalah bahwa anak-anak rumah schooling ini belajar untuk menggunakan kesabaran dan alasan daripada agresi. Mereka lebih disosialisasikan karena mereka berinteraksi dengan orang yang berbeda selain yang di kelompok usia mereka sendiri dan mereka lebih emosional aman dibandingkan dengan anak-anak yang belajar di ruang kelas.

Hal ini tidak sulit untuk melihat bahwa home schooling dapat menjadi salah satu solusi untuk membatasi kekerasan di sekolah. Orang tua yang mampu untuk menghabiskan lebih banyak waktu di rumah dengan anak-anak mereka harus mempertimbangkan home schooling sebagai metode alternatif pengajaran mengingat fakta bahwa anak-anak yang bersekolah di rumah tumbuh menjadi sosial dan emosional orang dewasa, yang pada gilirannya menjadi aset untuk masyarakat.

Postingan populer dari blog ini

Bisakah Berprofesi Tanpa Ijazah?

Dalam dunia kerja banyak profesi yang bisa kita jalankan. Semuanya tergantung dari apa yang diinginkan oleh seseorang. Ada yang menginginkan profesi berdasarkan hobi, latar belakang pendidikan, lingkungan sekitar, tuntutan orang tua, dan sebagainya. Perubahan era selalu menyajikan berbagai profesi yang beragam, sehingga ini makin memperluas jangkauan seseorang untuk mendapatkan profesi tertentu. Ada beberapa era yang telah dilalui mulai dari era agraris, industri, dan informasi. Untuk mendapatkan pekerjaan di setiap era tersebut berbeda-beda caranya. Tetapi ada hal unik yang bisa kita dapatkan dari profesi yang ada di dunia. Yaitu profesi yang bisa didapatkan tanpa perlu ijazah pendidikan tertentu. Ada kabar baik bahwa pekerjaan atau profesi tidak melulu harus melalui pendidikan formal yang akan menghasilkan ijazah dan nanti dipakai sebagai salah satu syarat mendapatkan pekerjaan di perusahaan atau instansi. Ingatlah, bahwa ijazah pendidikan tidak selamanya menjadi penentu kesu...

Baju Jaket Pria FDO 027

Jual Baju Jaket Pria Kode: FDO 027 Warna: Hitam Abu Bahan: Marsoto Size: All Size Harga: Rp. 199.500 (Belum Termasuk Ongkos Kirim) Pembayaran via BCA Pengiriman via JNE OKE/REG Ukuran Jaket Cowok : - Ukuran All Size= Panjang : 66. Lebar : 52. Panjang Lengan : 61 Tertarik untuk memesan jaket ini? Silakan hubungi kami dengan menyebutkan Nama, Alamat Lengkap, Kode, Ukuran, dan Jumlah. SMS ke: 0818917011

Ternyata Ada Timbal di Mi Instan

Makanan yang sering terdapat di pasaran dan banyak disukai banyak orang saat ini adalah mi instan. Makanan cepat saji ini termasuk makanan yang sudah memiliki aneka rasa. Sehingga mi instan termasuk makanan praktis sekaligus laris. Disamping harganya sangat terjangkau oleh kalangan apapun. Walaupun ada rasa yang sungguh enak pada mi instan, ternyata ada sisi negatif yang terdapat pada mi instan dan bisa mengancam kesehatan tubuh. Salah satu yang membahayakan adalah risiko penyakit kardiovaskuler. Hal negatif dari mi instan ini sudah lama diungkapkan oleh para pakar kesehatan dan terbukti bahwa mi instan dapat menjadi penyebab timbulnya penyakit parah yang bisa mematikan. Penyakit tersebut adalah hipertensi, arteri perifer dan juga kardiovaskuler. Selain itu, mi instan dapat juga menyebabkan kemunduran mental dan ayan pada anak-anak karena mengandung paparan timbal. Tentu ini tidak ingin dialami oleh Anda dan orang-orang terdekat Anda Ada hal membahayakan dari paparan timbal ...

Papaya Tree

Ini foto pohon pepaya yang ada di belakang rumah saya, masih belum berbuah. Semoga ALLAH memberikan buah-buahan pepaya dan memberi manfaat kepada kami.

Tips Sukses Berprestasi Untuk Pelajar dan Mahasiswa

Pendidikan sangat diperlukan bagi siapapun. Dengan semakin modernnya ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut setiap orang harus terus menerus belajar berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang bisa membantu dan menunjang kehidupan mereka saat ini dan di masa depan. Tantangan zaman sekarang bisa dikatakan lebih berat dibanding zaman dulu. Sekarang permasalahan semakin rumit. Setiap orang selalu punya kesibukan dan masalahnya sendiri. Tentu perlu modal ilmu yang cukup untuk mampu mengelola dan menyelesaikan masalah yang ada. Sudah berapakah kita belajar tentang berbagai ilmu pengetahuan? Berapa lama kita belajar itu? Ya, tiap orang berbeda-beda pastinya. Disini saya akan berbagi tips khusus Anda yang masih pelajar dan juga mahasiswa. Bagaimana sih supaya bisa sukses sebagai pelajar atau mahasiswa. Sukses yang ditandai dengan prestasi terbaik dan ilmu yang didapat bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin sebagai pelajar atau mahasiswa, banyak yang tergerak untuk ...