Langsung ke konten utama

5 Tanda dan Bukti Jika Kalian Termasuk Golongan Hedonisme


Mungkin beberapa diantara kalian masih belum mengetahui dengan yang namanya Hedonisme. Secara singkat, hedonisme merupakan suatu kebiasaan hidup yang menuju ke kehidupan mewah, glamour dan bersenang-senang di setiap waktu.

Perilaku buruk dari hedonisme ini terkadang tanpa kita sadari telah ada dalam diri masing-masing dari kita selama ini. Hanya saja, kita tidak terlalu peduli dan selalu membiarkannya.

Padahal jika melihat dampaknya dalam jangka panjang, gaya hidup secara hedonisme ini membawa dampak sosial yang cukup berat dan negatif. Perasaan untuk tetap terus menikmati hidup serta mementingkan kesenangan dan melupakan nilai-nilai dalam etos kerja semakin dirasakan dalam lingkungan masyarakat terutama saat ini.

Gaya hidup yang narsis dan selalu mengedepankan penampilan serta kemewahan telah menjadi kewajiban yang harus dipenuhi. Maka kalian jangan heran ketika melihat kurangnya keseimbangan hidup dalam masyarakat akhir-akhir ini.

Adanya kebiasaan yang memamerkan kebahagiaan dan kesempurnaan dalam segi penampilan telah menjadi prioritas utama yang harus dicari oleh setiap orang. Tingkat konsumtif masyarakat yang tinggi inilah sering sekali diikuti tanpa memikirkan mengenai adanya peningkatan pemasukan (finansial).

Berikut ini adalah 5 tanda dan bukti jika kalian sudah masuk kedalam golongan hedonisme.

1. Selalu Mengedepankan Kemewahan Dalam Segi Penampilan, Situasi, dan Gaya Hidup


Hidup yang penuh kemewahan dan selalu berfoya-foya adalah ciri utama dari orang yang menganut sifat hedonisme. Kebiasaan untuk memakai barang-barang bermerek dan mahal menjadi tujuan utama hidup mereka.

Meski bisa dikatakan jika mereka memiliki banyak uang, hal tersebut takkan membuat hati para penganut hedonisme ini dapat berpuas diri. Mereka akan terus mencari dan mengutamakan sisi tampilan diri yang sempurna.

2. Memiliki Tingkat Konsumtif yang Tinggi

Para penganut hedonisme akan selalu mencari kesenangan dengan membelanjakan hampir seluruh penghasilannya untuk barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Keinginan akan daya beli yang tinggi inilah menjadikan mereka sebagai korban dari segala produk dan beberapa brand ternama.

Mereka tidak memiliki kebiasaan untuk memakai satu jenis barang saja, melainkan ingin memiliki segala jenis barang dalam segala warna, merk, dan kualitas.

3. Sering Mengabaikan Nilai-Nilai Sosial, Budaya, dan Agama

Sikap untuk taat dalam beragam dan mematuhi segala aturan dalam bersosialisasi akan semakin hilang seiring dengan timbulnya kebiasaan acuh serta tak peduli dari mereka yang menganut sikap hedonisme.

Penganut hedonisme ini akan selalu identik dengan menyukai kebebasan dan menghindari aturan yang akan mengekang mereka. Meski terkadang banyak aturan dan harus disiplin itu membosankan, bukan berarti kita harus menjadi pribadi yang tak peduli dengan sesama.

Cobalah untuk perlahan-lahan menanamkan nilai sosial dan rasa peduli didalam hati kita untuk menjauhkan diri dari yang namanya hedonisme.

4. Memilih dalam Berteman

Jika kita memiliki teman yang baik dan sering membantu ketika sedang ada masalah memang sebuah keberuntungan. Apalagi jika teman yang kita miliki tersebut mempunyai pemikiran dan kebiasaan yang sama dengan kita.

Tapi apa jadinya jika ada seseorang yang memilih-milih ketika ingin berteman? Mulai dari sudut pandang, status sosial, penampilan keseharian, hingga kekayaan.

Para penganut hedonisme lebih cenderung untuk memilih-milih teman yang memang sejalan dengannya. Untuk itu, kita harus berhati-hati dan segera mengoreksi diri dalam sebuah hubungan pertemanan.

5. Mengutamakan Sudut Pandang yang Dirasa Menguntungkan

Para penganut hedonisme tidak akan mau membuang-buang waktu mereka hanya untuk membantu orang lain yang dirasa tidak mampu memberikan keuntungan bagi mereka. Baginya, hidup itu harus selalu disamai dengan sikap untuk saling membawa keuntungan.

Maka tak heran jika beberapa dari mereka selalu memilih-milih ketika ingin berteman dan hanya ingin terlibat untuk masalah yang dapat memberikan manfaat serta keuntungan baginya.

Postingan populer dari blog ini

Bisakah Berprofesi Tanpa Ijazah?

Dalam dunia kerja banyak profesi yang bisa kita jalankan. Semuanya tergantung dari apa yang diinginkan oleh seseorang. Ada yang menginginkan profesi berdasarkan hobi, latar belakang pendidikan, lingkungan sekitar, tuntutan orang tua, dan sebagainya. Perubahan era selalu menyajikan berbagai profesi yang beragam, sehingga ini makin memperluas jangkauan seseorang untuk mendapatkan profesi tertentu. Ada beberapa era yang telah dilalui mulai dari era agraris, industri, dan informasi. Untuk mendapatkan pekerjaan di setiap era tersebut berbeda-beda caranya. Tetapi ada hal unik yang bisa kita dapatkan dari profesi yang ada di dunia. Yaitu profesi yang bisa didapatkan tanpa perlu ijazah pendidikan tertentu. Ada kabar baik bahwa pekerjaan atau profesi tidak melulu harus melalui pendidikan formal yang akan menghasilkan ijazah dan nanti dipakai sebagai salah satu syarat mendapatkan pekerjaan di perusahaan atau instansi. Ingatlah, bahwa ijazah pendidikan tidak selamanya menjadi penentu kesu...

Baju Jaket Pria FDO 027

Jual Baju Jaket Pria Kode: FDO 027 Warna: Hitam Abu Bahan: Marsoto Size: All Size Harga: Rp. 199.500 (Belum Termasuk Ongkos Kirim) Pembayaran via BCA Pengiriman via JNE OKE/REG Ukuran Jaket Cowok : - Ukuran All Size= Panjang : 66. Lebar : 52. Panjang Lengan : 61 Tertarik untuk memesan jaket ini? Silakan hubungi kami dengan menyebutkan Nama, Alamat Lengkap, Kode, Ukuran, dan Jumlah. SMS ke: 0818917011

Ternyata Ada Timbal di Mi Instan

Makanan yang sering terdapat di pasaran dan banyak disukai banyak orang saat ini adalah mi instan. Makanan cepat saji ini termasuk makanan yang sudah memiliki aneka rasa. Sehingga mi instan termasuk makanan praktis sekaligus laris. Disamping harganya sangat terjangkau oleh kalangan apapun. Walaupun ada rasa yang sungguh enak pada mi instan, ternyata ada sisi negatif yang terdapat pada mi instan dan bisa mengancam kesehatan tubuh. Salah satu yang membahayakan adalah risiko penyakit kardiovaskuler. Hal negatif dari mi instan ini sudah lama diungkapkan oleh para pakar kesehatan dan terbukti bahwa mi instan dapat menjadi penyebab timbulnya penyakit parah yang bisa mematikan. Penyakit tersebut adalah hipertensi, arteri perifer dan juga kardiovaskuler. Selain itu, mi instan dapat juga menyebabkan kemunduran mental dan ayan pada anak-anak karena mengandung paparan timbal. Tentu ini tidak ingin dialami oleh Anda dan orang-orang terdekat Anda Ada hal membahayakan dari paparan timbal ...

Papaya Tree

Ini foto pohon pepaya yang ada di belakang rumah saya, masih belum berbuah. Semoga ALLAH memberikan buah-buahan pepaya dan memberi manfaat kepada kami.

Tips Sukses Berprestasi Untuk Pelajar dan Mahasiswa

Pendidikan sangat diperlukan bagi siapapun. Dengan semakin modernnya ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut setiap orang harus terus menerus belajar berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang bisa membantu dan menunjang kehidupan mereka saat ini dan di masa depan. Tantangan zaman sekarang bisa dikatakan lebih berat dibanding zaman dulu. Sekarang permasalahan semakin rumit. Setiap orang selalu punya kesibukan dan masalahnya sendiri. Tentu perlu modal ilmu yang cukup untuk mampu mengelola dan menyelesaikan masalah yang ada. Sudah berapakah kita belajar tentang berbagai ilmu pengetahuan? Berapa lama kita belajar itu? Ya, tiap orang berbeda-beda pastinya. Disini saya akan berbagi tips khusus Anda yang masih pelajar dan juga mahasiswa. Bagaimana sih supaya bisa sukses sebagai pelajar atau mahasiswa. Sukses yang ditandai dengan prestasi terbaik dan ilmu yang didapat bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin sebagai pelajar atau mahasiswa, banyak yang tergerak untuk ...