Langsung ke konten utama

Tips Hilangkan Gaya Hidup Konsumerisme

konsumtif

Konsumerisme memiliki arti gaya hidup yang melampaui batas dari apa yang diperlukan. Berbelanja berbagai barang yang bersifat primer, sekunder dan tersier dengan kuantitas yang berlebihan. Sifat ini termasuk sesuatu hal yang bisa membawa dampak buruk bagi pelakunya. Baik yang akan terjadi di masa sekarang dan masa depan.

Gaya hidup konsumerisme sebenarnya muncul pada saat para bangsawan mempunyai kekayaan melimpah dan mereka selalu membeli barang mewah sebagai cara untuk mendongkrak status sosial mereka. Hal ini tentu saja menjadi salah satu pemicu terjadinya kesenjangan sosial yang semakin lebar antara si kaya dan si miskin.

Bagaimanapun gaya hidup konsumerisme sebaiknya harus dihilangkan agar nanti melahirkan masyarakat yang tidak berperilaku boros, bisa mengatur keuangan dalam memenuhi apa yang dibutuhkan bukan apa yang diinginkan.

Adapun cara agar bagaimana anda sebagai pelaku ekonomi yakni konsumen untuk bisa menghindari atau menghilangkan gaya hidup konsumerisme ini adalah sebagai berikut:

1. Sadari berapa kemampuan ekonomi anda saat ini. Tiap orang pasti berbeda dalam hal kemampuan ekonomi. Jika kemampuan ekonomi anda masih menengah kebawah, sebaiknya dalam hal memenuhi kebutuhan primer menjadi target utama anda saat ini.

2. Buatlah daftar belanja untuk kehidupan sehari-hari anda. Ini perlu agar anda selalu menyusun rencana anda ke depan, apa yang ingin anda beli. Apakah tingkat keperluannya sama atau berbeda. Jika berbeda, pilihlah yang paling anda butuhkan saat ini terlebih dahulu.

3. Menabung. Sebagian orang sudah melakukan hal ini, dan sebagian lagi tidak peduli akan pentingnya menabung. Sisihkan sebagian gaji atau penghasilan anda sekitar 5-10% untuk dijadikan tabungan rutin tiap awal bulan. Perlu adanya komitmen yang kuat jika ingin menabung dan menjadi salah satu prioritas dalam menata langkah ekonomi di dalam kehidupan anda.

4. Berhemat. Hemat bisa berarti membelanjakan uang anda untuk sesuatu yang sangat diperlukan dalam menunjang kegiatan anda sehari-hari. Sesuaikan dengan apa yang anda perlukan. Jauhi sifat ingin mendapatkan sesuatu yang lebih dari apa yang tidak anda perlukan. Ketahuilah bahwa gaya hidup hemat adalah gaya hidup orang kaya yang sukses.

Dari tips diatas diharapkan bisa membantu anda keluar dari gaya hidup negatif yakni konsumerisme dan menstabilkan dengan maksimal keuangan anda di masa depan.

Postingan populer dari blog ini

Bisakah Berprofesi Tanpa Ijazah?

Dalam dunia kerja banyak profesi yang bisa kita jalankan. Semuanya tergantung dari apa yang diinginkan oleh seseorang. Ada yang menginginkan profesi berdasarkan hobi, latar belakang pendidikan, lingkungan sekitar, tuntutan orang tua, dan sebagainya. Perubahan era selalu menyajikan berbagai profesi yang beragam, sehingga ini makin memperluas jangkauan seseorang untuk mendapatkan profesi tertentu. Ada beberapa era yang telah dilalui mulai dari era agraris, industri, dan informasi. Untuk mendapatkan pekerjaan di setiap era tersebut berbeda-beda caranya. Tetapi ada hal unik yang bisa kita dapatkan dari profesi yang ada di dunia. Yaitu profesi yang bisa didapatkan tanpa perlu ijazah pendidikan tertentu. Ada kabar baik bahwa pekerjaan atau profesi tidak melulu harus melalui pendidikan formal yang akan menghasilkan ijazah dan nanti dipakai sebagai salah satu syarat mendapatkan pekerjaan di perusahaan atau instansi. Ingatlah, bahwa ijazah pendidikan tidak selamanya menjadi penentu kesu...

Baju Jaket Pria FDO 027

Jual Baju Jaket Pria Kode: FDO 027 Warna: Hitam Abu Bahan: Marsoto Size: All Size Harga: Rp. 199.500 (Belum Termasuk Ongkos Kirim) Pembayaran via BCA Pengiriman via JNE OKE/REG Ukuran Jaket Cowok : - Ukuran All Size= Panjang : 66. Lebar : 52. Panjang Lengan : 61 Tertarik untuk memesan jaket ini? Silakan hubungi kami dengan menyebutkan Nama, Alamat Lengkap, Kode, Ukuran, dan Jumlah. SMS ke: 0818917011

Ternyata Ada Timbal di Mi Instan

Makanan yang sering terdapat di pasaran dan banyak disukai banyak orang saat ini adalah mi instan. Makanan cepat saji ini termasuk makanan yang sudah memiliki aneka rasa. Sehingga mi instan termasuk makanan praktis sekaligus laris. Disamping harganya sangat terjangkau oleh kalangan apapun. Walaupun ada rasa yang sungguh enak pada mi instan, ternyata ada sisi negatif yang terdapat pada mi instan dan bisa mengancam kesehatan tubuh. Salah satu yang membahayakan adalah risiko penyakit kardiovaskuler. Hal negatif dari mi instan ini sudah lama diungkapkan oleh para pakar kesehatan dan terbukti bahwa mi instan dapat menjadi penyebab timbulnya penyakit parah yang bisa mematikan. Penyakit tersebut adalah hipertensi, arteri perifer dan juga kardiovaskuler. Selain itu, mi instan dapat juga menyebabkan kemunduran mental dan ayan pada anak-anak karena mengandung paparan timbal. Tentu ini tidak ingin dialami oleh Anda dan orang-orang terdekat Anda Ada hal membahayakan dari paparan timbal ...

Papaya Tree

Ini foto pohon pepaya yang ada di belakang rumah saya, masih belum berbuah. Semoga ALLAH memberikan buah-buahan pepaya dan memberi manfaat kepada kami.

Tips Sukses Berprestasi Untuk Pelajar dan Mahasiswa

Pendidikan sangat diperlukan bagi siapapun. Dengan semakin modernnya ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut setiap orang harus terus menerus belajar berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang bisa membantu dan menunjang kehidupan mereka saat ini dan di masa depan. Tantangan zaman sekarang bisa dikatakan lebih berat dibanding zaman dulu. Sekarang permasalahan semakin rumit. Setiap orang selalu punya kesibukan dan masalahnya sendiri. Tentu perlu modal ilmu yang cukup untuk mampu mengelola dan menyelesaikan masalah yang ada. Sudah berapakah kita belajar tentang berbagai ilmu pengetahuan? Berapa lama kita belajar itu? Ya, tiap orang berbeda-beda pastinya. Disini saya akan berbagi tips khusus Anda yang masih pelajar dan juga mahasiswa. Bagaimana sih supaya bisa sukses sebagai pelajar atau mahasiswa. Sukses yang ditandai dengan prestasi terbaik dan ilmu yang didapat bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin sebagai pelajar atau mahasiswa, banyak yang tergerak untuk ...