Wednesday, June 17, 2015

Inilah Akibat Buruk Jika Pria Sering Begadang


Kebiasaan begadang untuk para pria  sering dianggap hal yang sepele. Padahal begadang dapat membuat risiko terjadinya serangan jantung dan stroke sebanyak dua kali lipat dalam jangka waktu yang panjang.

Organisasi Kesehatan Dunia sudah meneliti tentang masalah dan risiko pada seseorang yang memiliki kebiasaan kurang tidur atau begadang. Riset ini adalah salah satu dari program dari WHO MONICA yang bisa diartikan monitoring multinasional dari perkembangan dan faktor penyebab pada penyakit kardiovaskuler.

Untuk mengetahuinya, para periset mengambil contoh representatif yang diambil dari sejumlah pria sebanyak 657 orang dari usia 25 hingga 64 tahun. Mereka tidak sama sekali mempunyai sejarah terhadap serangan jantung, stroke dan diabetes di kawasan Novosibirk, Rusia.

Sesuai yang dikatakan oleh Profesor Valery Gafarov dari Organisasi Kesehatan Dunia, "Kekurangan tidur wajib dijadikan faktor dan risiko yang bisa diubah menjadi risiko penyakit pada kardiovaskuler berdampingan dengan merokok, olahraga yang kurang serta buruknya pola makan".

Didalam proses riset, sebanyak 63 persen yang setara dengan dua pertiga dari responden membuktikan bahwa mereka menderita serangan jantung yang disebabkan oleh gangguan pada tidur.

Bahaya penyakit infark miokard dan stroke pada pria yang mengalami gangguan pada tidurnya lebih tinggi dibanding mereka yang memiliki tidur yang normal.

Disini kita bisa menyimpulkan dengan jelas bahwa efek begadang atau gangguan tidur tidak bisa dianggap hal yang biasa saja. Berdasarkan penelitian ditemukan hubungan risiko serangan jantung hingga dua kali lipat serta risiko stroke hingga empat kali lipat.

Jadi, bisa Anda bayangkan disini, bahwa tidur yang teratur dan menghindari dari kebiasaan begadang adalah awal yang baik untuk memelihara kesehatan Anda di masa depan.